Nama Hendri 11901018 di sini akan memberikan laporan bacaan mengenai :
1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung.
Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain sebagainya
2. Strategi Kognitif dan Strategi Metakognitif.
Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat diingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.
3. Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.
Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan objek nyata, situasi, dan kejadian.
Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai berikut:
1. Penekanan Komponen dalam Program Pengajaran komponen program pengajaran anatara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan informasi kepada peserta didik.
2. Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal.
3. Pengelohan Pesan atau Materi, dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal khusus.
4. Cara Memproses Penemuan, diibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Strategi penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan.
5. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Menurut O’Malley dan Chamot (1990), strategi adlah seperangkat alat yang melibatkan individu secara langsung untuk mengembangkan bahasa kedua atau bahasa asing. Strategi sering dihubungkan dengan prestasi bahasa dan kecakapan dalam menggunakan bahasa. Untuk memahami makna strategi secara lebih dalam, biasanya dikaitkan dengan istilah pendekatan dan metode. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Pendekatan adalah proses, perbuatan, atau cara mendekati. Pendekatan merupakan sikap atau pandangan tentang sesuatu, yang biasanya berupa asumsi. Metode adalah rencana keseluruhan bagi penyajian bahan bahasa secara rapi dan tertib. Sifat sebuah metode adalah prosedural.
Strategi belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar pembelajaran bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan.
Belajar merupakan proses meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, dan memahami segala sesuatu. Dalam proses pembelajaran terlebih keterampilan bahasa dibutuhkan teknik, metode, dan strategi pembelajaran yang tepat.
Keterampilan setiap individu berbeda-beda bahkan cara belajarnya pun tidak ada yang sama, hal itu berkaitan erat dengan strategi pembelajaran agar keterampilan bahasa dapat tercapai dengan baik.
Strategi pembelajaran merupakan metode atau pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran, dan strategi itu pula menjadi faktor utama dalam meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan bahasa.
Bahasa dalam kehidupan adalah hal penting yang harus dimiliki, karena dengan penguasaan bahasa yang baik maka semakin baik pula penggunaan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.
Penulis dalam penelitiannya menggunakan metode kualitatif, dimana komponen pengajarannya berpusat pada pengajar (guru), peserta didik (siswa), teknik yang digunakan ceramah diskusi, dan teknik team teaching. Peranan guru sebagai fasilitator dan motivator dalam strategi keterampilan bahasa, yaitu
1.Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak guru, yaitu dimana peserta didik diharapkan dapat memahami dan menginformasikan kembali melalui keterampilan menulis atau berbicara dari apa yang telah didengar atau diterima. Dan bentuk evaluasi kemampuan menyimak yaitu tes melalui rekaman, tes dalam bentuk tanya jawab, wawancara, menjawab isi dialog, menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan drama yang baru ditonton, dan bentuk tes lainnya.
Beberapa strategi menyimak yaitu :
a. Pemberian informasi tertentu, dalam hal ini peserta didik mendengarkan sebuah informasi, dan melihat demonstrasi serta mencatat.
b. Interaksi, dalam hal ini peserta didik diberikan contoh lalu mencontohkan dan mengulangi secara lebih kreatif beserta tanya jawab.
c. Secara independen, peserta didik melakukan kegiatan tertentu seperti, menyimak rekaman berupa model,
d. Indentifikasi dan klasifikasi dari suatu bentuk interaksi/percakapan yang nyata.
2Strategi Pembelajaran Keterampilan membaca
Keterampilan membaca memiliki Peranan penting dalam pengembangan pengetahuan dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia. Dan juga kemampuan membaca yang baik bisa meningkatkan pemahaman individu serta meningkatkan pengayaan kosa kata. Sangat banyak manfaat yang bisa diambil dari tingginya keterampilan membaca serta memberi dampak yang besar terhadap seorang individu, karena dengan membaca seseorang bisa lebih berpikir analitis serta kritis.
Fakta di lapangan menunjukan bahwa masyarakat di negara maju ditandai oleh berkembangnya suatu kebiasaan membaca yang tinggi. Membaca merupakan suatu kegiatan untuk mendapatkan makna dari apa yang tertulis dalam teks. Pembelajaran membaca harus memperhatikan cara berfikir teratur dan baik. Membaca melibatkan semua proses mental yang Lebih tinggi seperti ingatan, pemikiran, daya khayal, pengaturan, penerapan, dan pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran membaca adalah dengan menggunakan teknik pemberian tugas membaca teks selama waktu tertentu, kemudian mengajukan pertanyaan. Tes kemampuan membaca antara lain menggunakan bentuk betul-Salah, melengkapi kalimat, pilihan ganda, dan pembuatan ringkasan atau Rangkuman. Selain itu, strategi lain untuk meningkatkan keterampilan membaca yakni dengan membaca karya sastra. Karena bahan bacaan sangat berdampak terhadap pemikiran, perilaku, serta informasi yang diterima sangat memperngaruhi individu tersebut.
3. Strategi Pembelajaran keterampilan berbicara, yaitu dimana peserta didik dapat menyampaikan dengan bahasa yang dapat dipahami terkait apa yang disampaikan, sehingga dengan berbicara dapat melatih bahasa yang baik dan benar seseorang. Adapun teknik yang digunakan, yaitu
a. berbicara terpimpi
b. berbicara semi-terpimpi
c. berbicara bebas namun terikat
4. Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis
Keterampilan menulis didasari oleh penguasaan berbagai unsur kebahasaan maupun unsur diluar bahasa yang akan menjadi isi dalam tulisan. Keduanya harus terjalin sehingga menghasilkan tulisan yang runtun dan padu.
Keterampilan menulis juga sangat dipengaruhi berdasarkan informasi yang sering penulis baca. Ketertarikan seseorang berdampak terhadap tulisannya. Atau jenis bacaan apa yang seseorang baca mempengaruhi gaya bahasa dalam keterampilan Menulis.
Keterampilan menulis merupakan suatu usaha untuk mengungkapkan pikiran dan Perasaan yang dilakukan secara tertulis.
Isi tulisan yang diungkapkan dapat dipilih secara cermat dan disusun secara sistematis agar dapat dipahami dengan tepat. Tes keterampilan menulis adalah Dengan membuat karangan, dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
a. Kualitas dan ruang lingkup isi
b. Organisasi dan penyajian isi
c. Komposisi
d. Kohesi dan Koherensi
e. Gaya dan bentuk bahasa
f. Tata bahasa, ejaan, tanda baca
g. Kerapihan tulisan dan kebersihan
Keterampilan menulis melibatkan unsur linguistik dan ekstralinguistik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa secara tepat dan memikirkan gagasan yang akan dikemukakan.
Kesimpulannya, dengan berbagai strategi yang digunakan ialah bentuk upaya agar peserta didik terlibat agar lebih aktif dalam proses pembelajaran, serta dengan strategi pembelajaran menyimak, berbicara, menulis, dan membaca dapat menciptakan generasi yang fasih dalam berbahasa.
Strategi pembelajaran menjadi faktor utama dalam meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan Bahasa. Karena strategi merupakan cara yang membuat sebuah pembelajaran menjadi menyenangkan serta menyesuaikan metode dengan keadaan. Strategi pembelajaran diharapkan dapat menuntun proses pembelajaran sehingga mencapai hasil yang ditentukan. Apalagi dalam pembelajaran bahasa, menguasai berbagai macam strategi yang kreatif dan bisa sangat menunjang pembelajaran karena sudah menjadi stigma bahwa pembelajaran bahasa sangat membosankan. Untuk mematahkan stigma itu pendidik harus mampu menyusun Strategi bagaimana kegiatan pembelajaran bahasa menjadi lebih menyenangkan sehingga hasil belajar lebih efektif.
Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Agar strategi tersebut tidak menjauh dari sasaran yang ingin dicapai perlu pemahaman yang lebih baik dalam kegiatan pembelajaran bahasa. Strategi yang berhubungan secara langsung antara pengajar dan peserta didik sehingga menimbulkan stimulus dan respon sangat berperan penting. Komponen program pengajaran yang berpusat pada pengajar, peserta didik dan materi pengajaran juga perlu diterapkan agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Strategi yang berpusat pada peserta didik merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif sehingga pengajar hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa strategi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis didukung oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam keterampilan berbahasa setiap individu. Selain tes keterampilan, untuk rancangan strategi pembelajaran kreatif akan lebih disarankan untuk menstimulus semangat belajar peserta didik dengan membantu mereka berkarya menggunakan media sosial atau flatform menulis yang dewasa ini sangat banyak. Atau dari segi pengucapan sebuah kosakata dengan kemampuan berkomunikasi pendidik bisa mengadaptasi strategi podcast atau video tutorial seperti di internet, karena strategi yang baik adalah strategi yang dekat dengan budaya-sosial generasi masa kini. Hal ini merupakan ide dan terobosan baru dalam meningkatkan strategi pembelajaran bahasa pada peserta didik sekaligus mempelajari memahami sebuah bacaan atau mengungkapkan pemikiran dengan komunikasi baik secara langsung atau tertulis.